Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Sebelum saya bahas lebih jauh tentang yield curve anda perlu tahu terlebih dahulu bagaimana cara membaca kurva yield curve itu sendiri. Yield curve pada umumnya akan terlihat seperti ini.

Apa itu yield curve

Seperti yang anda lihat, yield curve merupakan hubungan antara, yield to maturity dengan time to maturity. Untuk tahun ke 0 dimasukkan sebagai suku bunga acuan yang berlaku saat ini, mengapa yield curve terlihat seperti itu? Logikanya begini, jika uang kita dipinjam untuk waktu yang lebih lama maka kita mengharapkan imbal hasil atau dalam hal ini yield yang lebih tinggi.

Tetapi yield curve tidak hanya berbentuk seperti kurva yang sebelumya kalian lihat. Pada kenyataannya ada 3 bentuk kurva yield curve yaitu normal, flat, dan inverted. Nah sekarang saya akan menjelaskan apa perbedaan dari ke tiganya. Pada dasarnya ada 2 faktor yang mempengaruhi kurva yield curve. Pertama karena ekspektasi investor pada suku bunga di tahun-tahun ke depan dan kedua adalah manajemen resiko dari setiap investor. Sedangkan untuk pihak yang dapat mempengaruhi ada 2 yaitu bank sentral di mana akan mempengaruhi kurva di sebelah kiri dan investor akan mempengaruhi kurva di sebelah kanan.

Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Nah untuk lebih jelasnya kita akan melihat kurva-kurva berikut ini. Sekarang kita akan membahas kurva yang paling sering anda lihat terlebih dahulu.

Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Kurva ini disebut dengan normal yield curve, jadi pada kondisi ini sebuah negara sedang mengalami perkembangan ekonomi dan suku bunga acuan masih rendah sedangkan investor memprediksi bahwa pada tahun-tahun ke depan suku bunga akan terus meningkat dan ekonomi akan terus meningkat. Karena itu investor berekspektasi bahwa suku bunga acuan akan meningkat.

Maka investor juga mengharapkan yield yang lebih tinggi. Mengapa begitu? Karena pada kondisi ini ekonomi sedang membaik, maka investor akan mengharapkan imbal hasil investasi yang besar sehingga investor akan berinvestasi pada sesuatu yang lebih beresiko dan memberikan imbal hasil yang lebih besar. Karena itu investor akan memulai menjual obligasi mereka. Ketika harga obligasi turun. Yield akan meningkat. Mengapa yield meningkat? Karena tingkat yield dipengaruhi oleh harga obligasi.

Ketika harga obligasi turun maka yield akan meningkat dan ketika harga obligasi naik maka yield akan menurun.

Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Kedua kita akan membahas mengenai flat yield curve.
Pada kondosi ini ekonomi negara sedang booming, inflasi menjadi tinggi sehingga bank sentral perlu meningkatkan suku bunga untuk meredam inflasi. Hal ini akan berdampak pada kurva yield curve yaitu di sebelah kiri, karena ketika bank sentral menaikkan suku bunga acuan maka yield dari obligasi untuk jangka yang lebih pendek juga akan mengalami kenaikan. Tetapi investor melihat ke depan bahwa ekonomi akan melambat dan suku bunga akan menurun.

Karena itu investor akan beralih ke investasi yang lebih aman seperti obligasi. Lagi-lagi ini adalah masalah manajemen resiko dari setiap investor. Investor akan membeli obligasi pemerintah yang memberikan imbal hasil tinggi, seperti obligasi obligasi dengan tenor yang lama akan memberikan kupon yang masih tinggi.

Perlu diingat bahwa obligasi memberikan fix kupon. Yang artinya nilai kupon akan tetap sama dari awal obligasi diterbitkan hingga akhir masa jatuh tempo. Karena investor mulai membeli obligasi, menyebabkan harga obligasi meningkat dan menurunkan tingkat yield. Setelah kondisi ini terus berlangsung dan investor melihat bahwa ekonomi semakin memburuk maka investor akan terus membeli obligasi dengan kupon yang lebih tinggi yaitu dengan tenor yang lama tentunya. Hal ini akan menyebabkan harga obligasi terus meningkat dan membuat yield terus menurun. Kondisi ini akan membuat kurva yield curve menjadi seperti ini.

Apa itu kurva imbal hasil dari sebuah obligasi ?

Kurva seperti ini disebut dengan inverted yield curve jadi kurva yield curve dapat menjadi inverted yield curve dikarenakan investor merasa bahwa pada masa depan bank sentral akan menurunkan suku bunga. Sehingga investor perlu mencari sebuah investasi yang aman atau memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito. Karena itu investor akan mulai membeli obligasi pemerintah dengan tenor yang lama dimana akan memberikan fix kupon yang tinggi. Hal ini akan membuat harga obligasi meningkat dan yield obligasi menurun dengan alasan itulah mengapa orang-orang mengatakan bahwa inverted yield curve merupakan sebuah indikasi bahwa sebuah negara akan mengalami krisis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *