Apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri?

Apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri?

Mencetak uang di pasar sering disebut dengan quantitive easing, lalu pertanyaannya kenapa suatu negara tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk membayar hutang?
Jadi apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri? Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah bisa untuk dijawab secara teori, tetapi tidak akan dilakukan dalam prakteknya. Ada 2 alasan yaitu;

1. Perlu anda ketahui hutang luar negeri adalah tanggung jawab pemerintah sedangkan untuk mencetak uang adalah tugas bank sentral yang dimana kedua lembaga ini tidak bekerja sama. Bank sentral merupakan lembaga independen jadi pemerintah tidak dapat meminta uang kepada bank sentral. Tetapi jika kita asumsikan bahwa bank sentral sedang bekerja sama dengan pemerintah maka pemerintah bisa mendapatkan uang dari bank sentral.

Apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri?

Tetapi caranya tidak mudah, bank sentral tidak bisa secara langsung mengirimkan uang kepada pemerintah, jadi cara yang biasa di pakai adalah pemerintah menerbitkan surat hutang negara. Sedangkan bank sentral memberikan uang kepada bank komersial untuk dapat membeli surat hutang dari pemerintah tersebut. Atau dengan kata lain pemerintah dapat melunasi hutang luar negerinya tetapi berganti menjadi hutang dalam negeri yang dimana tetap saja berhutang.

Karena itu mencetak uang untuk membayar hutang tidak dimungkinkan. Untuk lebih detail mengenai mekanisme ini silahkan baca Bagaimana Bank Sentral mengatasi Resesi dan Bagaimana sebuah Uang Bekerja

2. Alasan kedua mengapa bank sentral tidak dapat mencetak uang untuk membayar hutang adalah karena hal tersebut akan menurunkan mata uangnya. Mengapa ? Karena seperti yang sudah pernah disampaikan bahwa pergerakan mata uang berasal dari ketersediaan dan permintaan akan mata uang itu sendiri. Saya akan memberikan ilustrasi untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Semisal negara A berhutang kepada negara B sebesar 10 trilliun dollar dan nilai tukar mata uang negara A terhadap negara B adalah 1 dollar mata uang negara B sama dengan 5 dollar mata uang  negara A, kemudian bank sentral mencetak uang dan mengirimkan kepada pemerintah untuk melunasi hutang luar negerinya tetapi saat ini pemerintah masih memegang mata uang dari negara A. Jadi pemerintah harus menukarkan mata uangnya menjadi mata uang negara B. Atau dengan kata lain mata uang negara B akan meningkat sesuai dengan hukum supply demand hal ini akan membuat nilai tukar mata uang negara B meningkat.

Apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri?

Jadi yang semula yang nilai tukarnya adalah 1 dollar mata uang negara B sama dengan 5 dollar mata uang negara A akan terus meningkat, semisal menjadi 1 dollar negara B sama dengan 6 dollar mata uang negara A. Atau dengan kata lain semakin melemahkan mata uang negara A dan akan menggangu stabilitas nilai tukar mata uangnya. Karena itu mencetak uang merupakan langkah terakhir yang akan diambil oleh bank sentral. Pada umumnya bank sentral akan mencetak uang untuk memberikan stimulus dalam perekonomian guna menstabilkan nilai tukar mata uangnya.

Apakah negara dapat mencetak uang untuk membayar hutang luar negeri?

Jika bank sentral melihat perekonomian sedang melambat maka bank sentral akan memberikan stimulus dengan salah satu caranya adalah mencetak uang. Dengan harapan setelah diberikan stimulus tersebut ekonomi akan bangkit dan menaikkan kembali nilai mata uangnya. Kemudian bank sentral akan menarik kembali uang yang berlebih di pasar dengan suku bunga acuan. Tetapi tidak untuk membayar hutang luar negeri karena akan semakin menurunkan nilai tukar mata uangnya dan tidak akan memperbaiki kondisi ekonomi suatu negara. Jadi nilai tukar mata uangnya tidak akan menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *