Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu kebijakan moneter dari bank sentral eropa yaitu Targeted Longer Term Refinancing Operation atau yang biasa disingkat dengan TLTRO. Dengan kebijakan ini bank sentral eropa berharap agar ekonomi eropa dapat bangkit dan mengatasi masalah kredit macet dan juga tingginya tingkat pengembalian surat hutang negara eropa.

Mengapa kebijakan moneter TLTRO perlu dilakukan oleh bank sentral eropa ? Karena sejauh ini kebijakan moneter TLTRO sudah membuat mata uang eropa melemah ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Apa sebenarnya TLTRO ? TLTRO pada dasarnya sama dengan kebijakan moneter yang dilakukan oleh negara-negara besar seperti quantitive easing di amerika, inggris, jepang dan negara-negara lain. Kebijakan seperti ini pada dasarnya adalah kelonggaran moneter. Kebijakan moneter tersebut bertujuan untuk memasukkan uang ke dalam sistem perekonomian negara untuk memberikan stimulus dalam perekonomian yang sedang melambat. Mengapa kelonggaran moneter diperlukan di negara eropa ? Jadi pada dasarnya bank sentral memiliki 2 senjata dalam mengatasi perlambatan ekonomi yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan dan juga memberikan suplai uang. Saat ini suku bunga kredit di negara eropa sudah di turunkan menjadi 0.25 % dan untuk suku bunga tabungan di level -0.40 % tetapi dengan kebijakan tersebut tetap saja perekonomian di negara eropa tetap melambat.

Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Memang perusahaan dan masyarakat sudah tidak menabung lagi di bank dikarenakan suku bunga tabungan yang minus. Tetapi masyarakat dan perusahaan yang meminjam uang di bank juga tidak dapat mengelola pinjaman mereka sehingga terjadi justru banyak kredit yang macet. Hal ini membuat para investor khawatir dan dapat dilihat dari tingkat pengembalian obligasi negara yang meningkat tinggi. Untuk mengatasi hal ini, bank sentral eropa menggunakan senjata kedua yaitu menyuplai uang ke dalam sistem perekonomian yang dinamai dengan Targeted Longer Term Refinancing Operation atau di singkat dengan TLTRO.

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana cara bank sentral eropa memasukkan uang ke dalam sistem perekonomian? Jadi pada dasarnya kebijakan ini adalah untuk memasukkan uang ke dalam sistem perekonomian dengan cara memberikan peminjaman kepada bank komersial yang ada di eropa dengan bunga peminjaman yang rendah dan jatuh tempo yang lama, dalam hal ini adalah 2 tahun. Sehingga bank komersial dapat lebih mudah mengatur rencana pembayarannya dan juga dapat memberikan kredit kepada masyarakat dan juga perusahaan.

Karena memang tujuan dari kebijakan moneter ini adalah memasukkan uang ke dalam inti penggerak sistem perekonomian yaitu masyarakat dan perusahaan. Agar kebijakan moneter TLTRO tepat sasaran, maka bank sentral eropa memberikan persyaratan untuk bank peminjam sebagai berikut.

Bank yang akan mengambil peminjaman harus menyertakan jaminan seperti surat hutang negara kepada bank sentral eropa besarnya peminjaman yang boleh diambil oleh bank komersial akan dilihat berdasarkan nilai jaminan dan juga seberapa besar bank tersebut memberikan kredit kepada masyarakat ataupun perusahaan.

Apa itu kebijakan TLTRO ( Targeted Longer Term Refinancing Operation ) Yang Terjadi Di Eropa ?

Dengan kebijakan moneter TLTRO bank sentral eropa berharap bank komersial eropa akan meminjamkan uang untuk menyelesaikan masalah likuiditas dan dapat memberikan kredit kepada masyarakat maupun perusahaan. Selain itu bank sentral eropa juga berharap dengan syarat jaminan yang di rating baik maka dana yang akan di dapat akan lebih besar. Sehingga bank komersial akan melakukan pembelian terhadap surat hutang negara dan dapat menekan tingkat pengembalian surat hutang negara. Yang dimana akan mengembalikan tingkat kepercayaan investor terhadap negara-negara eropa.

Pada tahun 2019 telah terjadi TLTRO 2 dan ekonomi eropa tetap mengalami kekacauan. Sehingga bank sentral eropa melakukan kebijakan moneter ini yang diberi nama TLTRO  3 yang akan berlaku September 2019. Saat kebijakan tersebut diumumkan, mata uang euro langsung mengalami penurunan. Dikarenakan ketakutan investor terhadap yang namanya nilai tukar euro. Dikarenakan injeksi dana dari bank sentral eropa akan menambah jumlah uang euro di pasaran dan melemahkan nilai mata uang euro itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *