Bagaimana sebuah Registry mengendalikan sebuah Hardware ?

bagaimana sebuah registry mengendalikan sebuah hardware

Fungsi 32 bit Windows 95 tidak pernah mengakses hardware secara langsung. Windows memiliki suatu driver atau API ( Application Programming Interface ) yang sesungguhnya berkomunikasi dengan hardware. Microsoft menyediakan API, atau hooks, untuk membuat proses lebih gampang bagi pembuat software dan mendistribusikan informasi teknis lewat Software Developer’s Kit ( SDK ) . Dengan informasi itu programer hanya perlu mengaitkan ke hook yang sudah disediakan, dan membiarkan Microsoft melakukan tugas selanjutnya. Misalnya seperti membuat pemanggilan prosedur, mendayagunakan sumber sistem dan berkomunikasi dengan device perangkat keras.

Pada DOS dan sistem operasi basis 16 bit, programmer dapat mem-bypass sistem operasi dan menulis informasi langsung ke hardware. Untuk cara akses langsung ke hardware, maka mau tidak mau hardware harus di definisikan dengan jelas dan dibuatkan suatu rutin untuk setiap jenis hardware.

Windows 95 mengizinkan kedua jenis akses dan kontrol hardware tersebut. Programmer dapat memilih fungsi jenis mana yang akan dipakai.

bagaimana sebuah registry mengendalikan sebuah hardware

Agar dapat berkomunikasi dengan hardware dan sistem operasi, registry perlu menyediakan informasi bagi sistem operasi. Registry menyimpan setting dasar yang mengizinkan komunikasi. Setting tersebut antara lain adalah:

IRQ berfungsi memperingatkan CPU untuk menginterferensi CPU.
I/O Port Address berfungsi menunjukan device mana yang sedang mengirim informasi.
RAM Address adalah dimana informasi BIOS disimpan di RAM.
DMA Channel dipakai untuk mentransfer informasi langsung ke RAM.

Pada kebanyakan kasus setting hardware adalah sama dengan fisik device yang berada di registry. Registry berperan dalam membuat seluruh device bekerja. Jika registry terkorupsi dan setting tidak tersedia, device dijamin tidak dapat bekerja.
Seluruh setting hardware di Windows 95 berada di HKEY_LOCAL_MACHINE. Key ENUM menyimpan informasi untuk setiap device yang didukung BIOS (BIOS-Supported) yang dipakai dalam sistem.

Sedangkan Non BIOS Supported Device memiliki key tersendiri di HKEY_LOCAL_MACHINE yang dapat di setup dan didukung. Terdapat tiga jenis setting untuk device di registry, yaitu:

  1. Konfigurasi standar dengan plug dan play
  2. Konfigurasi paksaan lewat device manager
  3. Konfigurasi dari proses boot dari Config.sys

Saat fungsi plug and play mensetting konfigurasi, maka akan disimpan di HKEY_DYN_DATA dan dicopy ke HKEY_LOCAL_MACHINE sebagai Backup. Tepatnya adalah HKEY_LOCAL_MACHINE\Enum\Root.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *