Nostalgia dulu yuk, ada yang masih inget media sosialnya anak 90’an ?

Ini dia media sosialnya anak jadul dulu

Nostalgia dulu yuk, ada yang masih inget media sosialnya anak 90’an ?

Media sosial merupakan media untuk berbagi cerita, peristiwa dan lain sebagainya dengan maksud mempermudah manusia dalam berinteraksi satu dengan lainnya. Media sosial kerap juga disebut sosial media, pada era sekarang ini sudah banyak digandrungi terutama para warga masyarakat yang berjiwa muda, namun juga tidak dipungkiri tua maupun muda juga hobi dengan sosial media. Entah hanya untuk melihat cerita tetangga, saling tukar komentar ataupun sekedar tulis kirim pesan satu sama lainnya. Salah satu jenis sosial media juga banyak disenangi pada masanya. Yah bagi warga tahun 90 an pasti masih agak asing dengan yang namanya media sosial, maklum jaman dulu listrik pun masih belum banyak yang pakai (saya sendiri termasuk hhe). Namun dulu paling ramai dengan tempat yang namanya warnet, bisa jadi tempat nongkrong anak muda jaman Rp. 1000,- dapet gorengan 10 hhe. Kalau libur di warnet bisa sampai berjam-jam hanya untuk sekedar chattingan.

Chating pada jaman dulu berbeda dengan zaman sekarang bedanya agak dikit ribet hhe. Bedanya kalau chatting harus pake komputer dan harus ngerti bahasa inggris dikit. Maklum kamusnya dulu masih manual, belum tau google translate. Nah berikut ini admin bagikan 4 media sosial yang pernah tenar pada eranya sendiri. Apa saja itu ? Simak di bawah ini.

1. MIRC

Apa itu mirc ? Yah mirc merupakan Internet Relay Chat atau percakapan daring yang beroperasi di sistem operasi Windows dan merupakan perangkat lunak berbayar. Perangkat ini diciptakan tahun 1995 oleh khaled Mardam-Bey. Kegunaan perangkat ini yaitu sebagai media chatting  (berbincang) antar sesama pengguna mIRC di seluruh dunia. Pada aplikasi chatting mirc terdapat skrip yang membuat mirc dapat diatur sebebas-bebasnya, dapat memilih warna tulisan, tebal teks, dan lain sebagainya. Juga dapat menyimpan data log percakapan di channel yang dipilih dan query. Tema dan tampilan juga dapat diganti.

Nostalgia dulu yuk, ada yang masih inget media sosialnya anak 90'an ?

Namun di mirc agan tidak bisa berbincang dengan media suara dan tidak bisa mengirim pesan gambar seperti pada Yahoo Messenger. Intinya di aplikasi mirc hanya dapat mengirim pesan teks saja. Dan juga agan tidak bisa secara tepat memilih tempat atau domisili teman chatting agan.

Nah lalu apa yang membuat mirc sangat disenangi pada masanya? Itu karena pada mirc bisa memilih teman chatting secara acak alias bebas siapa saja asalkan kita tahu nick name nya, bisa dikatakan mirc ini merupakan bentukan awal dari media sosial.
Jika belum memiliki teman di mIRC agan bisa bergabung ke sebuah channel ( atau sekarang dikenal dengan Grup ). Channel ini berisi anggota tetap, ditambah moderator sekaligus pemilik ruangan ( mirip diskusi ). Pengguna bebas memilih channel manapun, namun jika salah channel pengguna bisa keluar dengan mudah.
Sehingga aplikasi ini lebih asik dikarenakan pengguna dapat saling berkirim pesan dengan orang tidak dikenal dan bisa berkenalan dengan orang baru sekaligus membicarakan topik sesuai kesukaan pada channel tertentu.

Jika sudah mengenal satu sama lain, pengguna mIRC bisa melakukan private message (PM). Asalkan, pengguna tersebut mengetahui nickname dari orang yang ingin dikirimkan pesan. Nickname bisa diartikan nama pengguna seperti yang ada pada media sosial sekarang ini. Layanan mIRC ini juga kerap dijadikan ajang untuk mencari jodoh, yah sebelum aplikasi kencan pada masa itu sebut saja ‘Tinder’ sudah merajalela, mIRC pun bisa dijadikan alat ‘mak comblang’.

Pengguna media sosial pasti akrab dengan sapaan yang sering dipakai di dunia chatting, Nah sapaan yang paling khas pada mirc yaitu “Hai ASL PLS” ini adalah singkatan dari Age (umur), Sex (jenis kelamin), dan Location (lokasi), dan PLS (please/tolong) singkatanya lebay juga ya gan. Sapaan ini digunakan saat pertama kali kita chatting dengan pengguna lain.
Cara menjawabnya pun unik yaitu kira-kira macam ni  32 (ya saya sudah setua itu), M (jenis kelamin pria, male dan female perempuan), dan JKT (singkatan untuk Jakarta). Namun jika seorang pria menerima jawaban M langsung auto tutup window chat dan mencari pengguna lain hhe.
Ada juga beberapa singkatan khas di layanan mirc. Beberapa di antaranya seperti CMIIW (correct me if I wrong), brb (be right back), sampai thx (thank you).

2. Yahoo Messenger

Yahoo Messenger ini merupakan media sosial legendaris yang pernah ngetop pada masanya. Sering disingkat YM, media sosial jenis satu ini didirikan tanggal 9 Maret 1998 yang dulu bernama Yahoo! Pager. Aplikasi ini merupakan program pengirim pesan instan yang populer pada tahun 90 sampai 2000 an.
Yahoo! Messenger tersedia secara gratis dan dapat di download serta diakses menggunakan Yahoo! ID yang biasa digunakan untuk mengakses layanan Yahoo! yang lainnya, seperti Yahoo! Mail. Nah jadi cukup punya satu akun untuk mengakses beberapa layanan dari yahoo ini. Yahoo Messenger menawarkan berbagai fasilitas chatting seperti PC-PC, PC-Phone dan PC-to-PC Service, File Transfer, Webcam hosting, text Message service, chat rooms.

Nostalgia dulu yuk, ada yang masih inget media sosialnya anak 90'an ?

Yahoo Messenger ini juga pernah popular di kalangan para pengusaha minyak. Aplikasi ini pernah merakyat di kalangan pedagang minyak dan komoditas di akhir tahun 90-an karena gratis, mudah digunakan, dan menjadi komunikasi utama mereka. Bahkan sejak versi lama yahoo messenger tahun 2016 dihentikan, pedagang minyak banyak menyuarakan keprihatinan mereka tentang runtuhnya aplikasi multitalent pada zaman itu.

Jauh-jaauh sebelum kalimat “ping” menghantui para pengguna BBM, Yahoo Messenger sudah lebih dulu dibikin repot sama “buzz” yang dimiliki sama Yahoo Messenger. Fungsinya sama, biar orang ngeh kalo dia lagi dicariin di Yahoo Messenger. Cuma namanya juga orang, buzz ini pun akhirnya berubah fungsi jadi satu hal yang nyebelin banget karena digunakan dengan sangat membabi buta/terlalu sering. Fitur buzz bisa ditemuin dengan mudah di window chat, lambangnya tanda seru yang dinaungi oleh tanda “hit”. Tapi buat orang-orang yang expert banget dan males buat mencet, mereka bakal mencet kode <ding> di window chat.

3. Friendster

Sebelum Facebook, ada media sosial lain yang sudah terlebih dahulu populer digunakan para pengguna internet. Masih ingat Friendster?
Friendster merupakan sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan musik yang berpusat di Mountain View, California, Amerika Serikat. Friendster sebelum dirancang ulang, layanan ini memungkinkan penggunanya berkomunikasi dengan anggota lain, serta berbagi konten gambar dan media daring dengan anggota tersebut. Situs web ini dulunya digunakan untuk ajang mencari teman kencan dan mencari tahu tentang acara baru, band, dan hobi. Pengguna dapat berbagi video, foto, pesan dan komentar dengan anggota lain melalui profil dan jaringan mereka. Friendster dianggap sebagai salah satu jejaring sosial modern yang ada dan bahkan “grand-father”-nya semua jejaring sosial. Layanan ini juga sangat populer di kawasan Asia Tenggara.

Nostalgia dulu yuk, ada yang masih inget media sosialnya anak 90'an ?

Selain itu, seiring semakin populernya layanan ini muncul juga berbagai akun yang disebut fakester. Akun-akun ini adalah akun yang dibuat bukan dengan identitas diri sendiri, seperti selebriti dan tokoh politik. Hingga muncul akun-akun friendster palsu yang mengatasnamakan presiden di negeri ini. Menurut Andi Mallarangeng, pihak Istana Kepresidenan telah melacak pihak pembuat akun Friendster tersebut, bahkan langsung menyurati pengelola situs Friendster maupun penyedia jasa Internet di Yahoo, agar sesegera mungkin menghentikan pengguna yang mengaku sebagai Presiden Yudhoyono di kala itu. Wah bikin gaswat aja yang kayak gini ya gan.

Friendster memang punya fenomena tersendiri kala itu. Situs web tersebut memiliki beberapa fitur yang menjadi favorit generasi yang bisa mencicipinya. Salah satu fitur andalan Friendster adalah “testimoni”. Testimoni, mirip dengan komentar pada fitur-fitur umum yang ditemui situs web di masa kini. Dengan testimoni, pengguna Friendster bisa memberikan kesan dan pesan pada pengguna lainnya. Selanjutnya, testimoni tersebut akan tampil di halaman muka si pengguna Friendster.

Selain testimoni, salah satu kekuatan Friendster kala masih berjaya adalah dimungkinkannya halaman Friendster dipermak atau di edit dengan menggunakan kode-kode CSS (Cascading Style Sheets) tingkat dasar. Bila pengguna tidak mengerti kode demikian, ada banyak ragam situs web pihak ketiga yang memberikan kemudahan menciptakan kode-kode demikian. Memanfaatkan kode-kode tersebut, halaman profil Friendster bisa berubah bentuk sesuai keinginan si pengguna.

Friendster di kala itu memiliki beberapa karakteristik pada masanya, diantaranya yaitu:

  1. Di friendster kamu nggak bisa asal add, perlu ngisi nama belakang atau email dia dulu. Jadi, harus benar-benar kenal.
  2. Kamu pun nggak bisa sembarangan kepo, karena yang bisa kepo cuma yang udah jadi teman aja.
  3. kamu pun bisa melihat siapa saja yang kepoin kamu. Jadi bisa tau siapa yang diam-diam ngincar kamu hhe.
  4. Jumlah teman yang ada di friendster pun terbatas.
  5. Gara-gara friendster kamu jadi familiar dengan istilah ‘testimoni’. Awalnya testimoni berjalan selayaknya…
  6. Di friendster, kamu nggak bisa share post. Jadi kamu nggak perlu termakan berita hoax.
  7. Laman friendstermu bisa dimodifikasi sesuai dengan karakter kamu.
  8. Selain dibuat warna-warni, lama friendstermu juga bisa diisi lagu yang kamu banget.

Nah itulah beberapa media sosial ala anak tahun 90’an, gimana ada yang mau coba ? Waduh kira-kira aplikasinya masih ada nggak yah di jaman now ini. Coba kalian cari iseng-iseng siapa tau ketemu, kalau belum ketemu mungkin belum jodohnya kali ya hhe. Yap silahkan bagi pengalaman kalian semasa pakai media sosial legenda seperti yang diatas ya, jangan lupa komen dan share ke temen kalian supaya lebih banyak lagi yang nostalgia  bareng ya hhe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *