Merokok tanpa korek api ? Bagaikan tidur di lantai tetangga

Muhammad Mustangin 0

Merokok tanpa korek api ? Bagaikan tidur di lantai tetangga

Pernahkah kalian ngumpul bareng sudah bawa rokok tapi tak ada satupun dari temen kalian yang tak bawa korek ? Bagi perokok tentunya hal ini menjadi bencana besar hhe.
Korek api memang bukan merupakan sebuah barang mewah namun memiliki banyak manfaat dalam kehidupan. Kali ini admin jokobek.id akan membahas sejarah dan perkembangan korek api.

Sebelum itu, usaha “membuat” api oleh manusia telah berlangsung lama. Korek api bermedia potongan kayu pinus kecil berlapis belerang diperkirakan sudah digunakan masyarakat Tiongkok sejak 577. Bahan itu menghasilkan api untuk memasak, menyalakan lampu minyak, dan lain-lain. Kemudian muncul pemantik, yang begitu akrab atau identik dengan perokok. Orang Indonesia akrab menyebutnya korek api gas.

Sejarah penemuan korek api

Korek api ditemukan Robert Boyle ada tahun 1680, Robert adalah seorang ahli kimia dan mendaat julukan sebagai bapak ilmu kimia modern, Robert lahir di Irlandia ada tanggal 16 Januari 1627, ia lahir dari pasangan bangsawan Richard Boyle dan Catherine Enton. Kedua orang tuanya merupakan ilmuwan yang memiliki pengaruh tinggi yang pernah lahir di Irlandia. Robert mulai melakukan eksperimen ada tahun 1645 dan pada tahun 1680 ia menemukan korek api.

Pada awalnya sepotong kertas ia lapisi dengan fosfor kemudian ia menggesekan kayu yang telah dilapisi sulfur pada kertas tersebut sehingga muncul percikan api. Sejarah penemu korek ai telah dimulai akan tetapi belum dapat diroduksi karena belum dapat ditemukan cara memroduksi sulfur dalam jumlah yang besar sehingga korek api belum dapat berkembang.

Korek api kemudian pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh John Walker ada tahun 1826. John Walker adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Inggris yang lahir pada 29 Mei 1781. Walker menemukan korek api dengan cara digesek, Walker tidak sengaja menemukan korek api yang terbuat dari logam putih antimoni sulfida kemudian dicampur dengan zat potassium florase, getah pohon, dan kanji. Selain itu ia menggunakan kayu dan mencampurkannya ke zat tersebut. Setelah semua tercamur maka muncul api yang membakar kayu tersebut. Penemuan tersebut tidak dipatenkan oleh Walker. ia sengaja memamerkan penemuannya tersebut kedepan banyak orang sehingga banyak orang meniru penemuan Walker tersebut.

Sejarah penemuan korek api

Walker terus melanjutkan penelitiannya, ia tidak memberikan komposisi pasti korek api penemuannya tersebut pada siapaun di lingkungannya. John Walker disebut sebagai ahli botani yang banyak menghabiskan seluruh waktunya untuk mengerjakan percobaan kimianya. Dengan berjalannya waktu penemuan dan inovasi korek api telah mengalami perkembangan dan semakin sempurna setelah ditemukan korek api gas. Amerika Serikat menjadi salah satu negara pelopor pengemembangan korek api gas saat itu melalui produk korek api gas dengan merek Zippo yang masih terkenal hingga saat ini.

Dengan adanya korek api gas, nyala api dihasilkan dari gesekan batu api dengan permukaan yang sangat kasar sehingga akan muncul api yang menyulut cairan atau gas sehingga akan terbakar. Besar kecilnya api dapat diatur sehingga tidak akan membahayakan para penggunanya. Penelitian korek api masih terus dilakukan oleh beberapa peneliti sehingga korek api dapat terus berkembang dan terus dinikmati sampai saat ini. Demikian penjelasan penemuan korek api oleh Robert Boyle dan John Walker, meskipun korek api gas lebih banyak digunakan namun korek api dari bahan sulfur masih digunakan sampai dengan saat ini. Untuk itu supaya masyarakat tak lagi merokok cukup tutup pabrik koreknya saja ya hhe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *