Apa itu fenomena window dressing yang terjadi setiap tahun?

Apa itu fenomena window dressing

Jadi hari ini kita akan membahas fenomena window dressing yang berulang kali terjadi pada bulan Desember. Dimana pada bulan Desember harga-harga saham tertentu akan mengalami kenaikan. Kita akan membahas apa itu window dressing dan mengapa window dressing sering terjadi? Dan juga bagaimana cara para direktur perusahaan dan manajer investasi membuatnya terjadi.

Jadi filosofi window dressing sendiri diambil dari arti jendela, karena jika kamar anda tidak memiliki jendela maka akan terlihat kurang menarik. Bandingkan jika kamar anda memiliki kaca jendela tentu akan lebih menarik. Jika kita gunakan window dressing tersebut dalam bidang investasi akan diartikan sebagai usaha dari perusahaan ataupun dari manajer investasi untuk mempercantik laporan keuangan ataupun portfolio investasinya. Mengapa window dressing selalu terjadi pada akhir tahun?

Penyebabnya adalah karena pada saat akhir tahun merupakan waktu bagi perusahaan dan juga waktu dari manajer investasi untuk melaporkan kinerjanya pada investor. Kita akan melihat dari dua sisi bagaimana window dressing dapat terjadi. Pertama dari kacamata perusahaan. Pada akhir tahun perusahaan yang sudah go public akan melakukan tutup buku dan mempublikasikan laporan keuangannya pada pemegang saham. Agar laporan keuangan perusahaan bagus, maka perusahaan akan berusaha mempercantik laporan keuangannya. Dengan cara seperti melebih-lebihkan penjualan memesan-mesan kepemilikan dana likuid dan lain-lain.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar para pemegang saham dan para investor percaya terhadap kemampuan dalam mengelola dana yang mereka investasikan.

Kedua kita akan melihat dari kacamata manajer investasi. Manajer investasi adalah badan yang mengelola dana anda jika anda tidak memiliki waktu untuk melakukan investasi anda sendiri ataupun jika anda masih belum percaya dengan kemampuan mengelola investasi dana sendiri. Ketika anda akan melakukan investasi pada produk reksa dana pasar saham sebagai contoh, mereka akan memberikan list saham apa saja yang akan mereka masuki. Tetapi dalam praktiknya mereka tidak harus menaruh uang anda pada saham-saham list tersebut. Mereka dapat melakukan transaksi pada saham lainnya yang menurut mereka menggiurkan meskipun lebih beresiko.

Tentu saja target mereka adalah bonus dari keuntungan yang diperoleh. Jika mereka dapat menghasilkan keuntungan maka bukan masalah besar jika para investor mengetahui bahwa uang anda dikelola pada tempatnya. Tetapi jika mereka salah dan portofolio anda merugi maka anda akan marah jika ternyata uang anda dikelola pada perusahaan yang berkinerja buruk. Karena itu para manajer investasi tersebut memiliki ide untuk menjual sebagian saham-sahamnya yang jelek dan menggantinya kedalam saham-saham yang berkinerja lebih baik. Sehingga pada saat melaporkan portfolionya pada para investor, investor akan melihat bahwa 5 saham teratas yang ada dalam portfolionya sudah mengalami kenaikan dan merupakan perusahaan berkinerja baik.

Dengan begitu anda akan tetap percaya pada investasi anda. Dari 2 faktor diatas maka harga saham-saham akan mengalami kenaikan hal ini akan diikuti dengan pembelian dari para investor-investor lain, hal inilah yang disebut fenomena window dressing. Sekian penjelasan saya mengenai window dressing, jika kalian memiliki pendapat lain silahkan komentar di bawah ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *